Roma dan Bizantium · MÖ 753 – 1453

Di Mana Jembatan Yustinianus? Jejak Kuno di Sakarya

Jembatan Yustinianus berada di distrik Serdivan, Sakarya, dan dahulu membawa jalur strategis melintasi Sungai Sakarya. Alur utama sungai kini berada sekitar 3 km lebih jauh ke timur, sementara aliran Çark Deresi yang lebih kecil melewati salah satu lengkung di sisi barat.

8 menit baca7 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Di Mana Jembatan Yustinianus? Jejak Kuno di Sakarya
Sangarius Bridge. Drawing 02-2.jpg

Di mana Jembatan Yustinianus berada?

Jembatan Yustinianus (Justinianus Köprüsü) berada di Beşköprü Mahallesi, distrik Serdivan, Sakarya. Letaknya sekitar 5 km di sebelah barat daya Adapazarı. Jembatan batu kapur ini dahulu melintasi Sungai Sakarya. Kini, alur utama sungai mengalir sekitar 3 km lebih jauh ke timur. Pergeseran itu menjelaskan mengapa jembatan sebesar ini sekarang berdiri di atas aliran air yang jauh lebih kecil.

Jika Anda datang dengan harapan melihat sungai besar di bawah lengkungnya, lihatlah ke ujung barat. Çark Deresi mengalir di bawah salah satu lengkung di sisi barat. Aliran ini membawa air dari Danau Sapanca dan pada zaman kuno dikenal sebagai Melas. Jembatannya tetap di tempat semula. Namun, sungai utama yang dahulu diseberanginya telah berubah alur.

Bangunan ini juga dikenal dengan beberapa nama. Wikipedia bahasa Inggris menyebutnya Jembatan Sangarius dan mencantumkan Jembatan Yustinianus sebagai nama alternatif. Lembaga kebudayaan Turki menggunakan nama Justinianus Köprüsü. Semua nama itu merujuk pada jembatan bersejarah yang sama di Sakarya.

Apakah Jembatan Yustinianus berada di Tarsus?

Untuk mengunjungi jembatan kekaisaran yang dibahas di sini, tujuan Anda adalah distrik Serdivan di Sakarya. Alamatnya Beşköprü Mahallesi. Kültür Portalı mencantumkannya di bawah Serdivan–Adapazarı. Gunakan lokasi itu saat mencari jembatan yang berkaitan dengan Yustinianus, Sangarius, dan Sungai Sakarya yang telah bergeser alur.

Keterangan lokasi memakai titik acuan yang berbeda. Jembatan berada sekitar 5 km di sebelah barat daya Adapazarı. Kültür Portalı menyebut jarak 8 km dari pusat kota dan menyatakan bahwa lokasi ini dapat dicapai dengan angkutan umum perkotaan. Saat merencanakan perjalanan, perhatikan titik awal yang digunakan dalam setiap keterangan jarak tersebut.

Mengapa namanya Jembatan Yustinianus?

Nama jembatan ini berasal dari Kaisar Romawi Timur Yustinianus I (I. Justinianus), yang memerintah pada 527–565. Ia memerintahkan pembangunannya untuk memperlancar transportasi dan komunikasi antara Konstantinopel (Konstantinopolis) dan provinsi-provinsi timur kekaisaran. Tujuannya adalah menghubungkan ibu kota kekaisaran dengan wilayah yang menghadapi ancaman Sasaniyah.

Jembatan ini membawa jalur militer strategis melintasi Sungai Sakarya. Jalur tersebut membentang dari Bosporus menuju provinsi-provinsi timur. Karena itu, jembatan batu ini memenuhi kebutuhan khusus: memastikan penyeberangan sungai besar tetap dapat diandalkan di sepanjang jalan penting kekaisaran.

Procopius menggambarkan jembatan apung kayu sebelumnya yang berulang kali hanyut diterjang banjir. Bayangkan penyeberangan sungai dalam perjalanan harian Anda tidak dapat digunakan setiap kali air banjir naik. Gangguan berulang seperti itulah yang terjadi pada jembatan sebelumnya. Bangunan batu Yustinianus mengatasi masalah transportasi yang menghambat komunikasi dan pergerakan ke timur.

Ejaan bahasa Turkinya berbeda di antara halaman resmi. Sumber Kementerian Kebudayaan memakai Justinianus Köprüsü. Sementara itu, halaman pemerintah distrik Serdivan menggunakan Justinyen Köprüsü pada judulnya. Bersama nama Jembatan Sangarius, bentuk-bentuk ini menjelaskan mengapa pencarian dapat menampilkan judul berbeda untuk monumen di Sakarya tersebut.

Mengapa jembatan ini tidak lagi melintasi sungai besar?

Penyebab utamanya adalah perubahan alur Sungai Sakarya. Alur utama saat ini berada sekitar 3 km di sebelah timur jembatan. Dalam artikel ilmiahnya pada 1985, Michael Whitby mengidentifikasi bangunan ini sebagai jembatan yang sejak awal dirancang untuk menyeberangi Sangarius yang besar, sungai yang kini disebut Sakarya.

Dokumen pengajuan Turki yang diterbitkan UNESCO menempatkan pergeseran alur ke timur pada bagian akhir abad ke-13. Dokumen itu mengemukakan kemungkinan bahwa sungai mencapai alurnya sekarang pada masa tersebut. Pilihan kata ini penting. Periode yang diajukan menjelaskan terpisahnya sungai dan jembatan, tetapi waktu pastinya tetap belum pasti.

Çark Deresi membantu menjelaskan aliran yang Anda lihat di bawah jembatan sekarang. Aliran ini merupakan saluran keluar Danau Sapanca dan melewati lengkung di sisi barat. Ukurannya yang lebih kecil dapat membuat jembatan batu yang lebar itu tampak terlalu besar untuk lingkungannya. Fungsinya semula sebagai penyeberangan Sungai Sakarya menjelaskan proporsi tersebut.

Jembatan ini juga memiliki bukaan untuk mengalirkan air banjir. Selain tujuh lengkung utama, terdapat dua lengkung lebih kecil di barat dan tiga di timur. Jalur tambahan itu menunjukkan bahwa rancangan jembatan menampung aliran air di luar bukaan utama sungai.

Berapa usia dan ukuran jembatan ini?

Tanggal pembangunannya berbeda menurut sumber. Kültür Portalı mencantumkan 558–560. Wikipedia bahasa Inggris menyajikan kemungkinan awal pembangunan pada 559–560 atau sekitar 554, dengan penyelesaian pada 562. Penanda waktu paling jelas dalam rangkaian ini adalah perayaan selesainya jembatan dalam puisi-puisi bertanggal 562.

Paulus Silentiarius dan Agathias sama-sama merayakan penyelesaiannya pada tahun tersebut. Puisi mereka memberikan hubungan sastra bertanggal dengan bangunan yang telah selesai. Jika Anda sedang menyusun kronologi untuk belajar, 562 menjadi acuan penyelesaian yang berguna. Sementara itu, perkiraan tanggal awal pembangunan perlu diperlakukan lebih hati-hati.

Kültür Portalı mencatat panjang jembatan 365 m dan lebarnya 9,85 m, dengan dua belas lengkung. Jembatan dibangun dari blok batu kapur dan mencapai tinggi sekitar 10 m. Angka-angka ini memberi Anda gambaran tentang besarnya penyeberangan tersebut, meskipun Sakarya tidak lagi mengalir di bawahnya.

Ukuran panjangnya tidak seragam di semua sumber. Wikipedia bahasa Turki menyebut sekitar 430 m, sedangkan Kültür Portalı mencantumkan 365 m. Setiap angka itu harus tetap disertai sumbernya. Susunan dua belas lengkungnya lebih mudah dijelaskan secara langsung: tujuh lengkung utama dan lima bukaan lebih kecil untuk air banjir.

Linimasa

  • 559–560: Salah satu kemungkinan awal pembangunan yang disebut Wikipedia bahasa Inggris. Tanggal mulainya masih diperdebatkan.
  • 562: Puisi Paulus Silentiarius dan Agathias merayakan jembatan yang telah selesai.
  • Abad ke-13: Dokumen pengajuan UNESCO menempatkan pergeseran alur Sakarya ke timur pada bagian akhir abad ini.
  • 1838: Léon de Laborde menggambar jembatan beserta gapura kemenangannya di barat yang kini telah hilang.
  • 1995: Perbaikan oleh Direktorat Jenderal Jalan Raya menutup jembatan bagi lalu lintas kendaraan.
  • 2 Mei 2018: Pengajuan jembatan dalam kategori budaya tercatat dalam Daftar Tentatif Warisan Dunia UNESCO.
  • 2018–2025: Penggalian yang berkaitan dengan pemugaran menemukan koin dan pecahan prasasti.
  • 5 Agustus 2026: DHA melaporkan bahwa jembatan telah dibuka kembali setelah pemugaran.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

Menurut Kültür Portalı, nama Beşköprü tidak berasal dari hitungan lima lengkung. Penjelasannya menelusuri nama itu melalui perubahan dari Pontogephyra menjadi Pentegephyra. Perbedaan ini berguna untuk memahami nama jembatan yang tercatat memiliki dua belas lengkung.

Pilar-pilar utamanya memiliki bentuk yang tidak lazim menurut arah hadapnya. Sisi selatan, yang berhadapan dengan arus, berbentuk membulat. Sisi utaranya meruncing. Susunan ini berbeda dari pemecah arus runcing di sisi hulu yang terdapat pada kebanyakan jembatan Romawi. Bentuk pilar merupakan ciri khusus yang dapat Anda amati saat memperhatikan susunan batunya dari dekat.

Pintu masuk barat dahulu memiliki gapura kemenangan. Gapura itu tampak dalam gambar Léon de Laborde dari 1838, tetapi kini telah hilang. Gambar-gambar tersebut menyimpan bukti tentang unsur pintu masuk yang tidak lagi menjadi bagian dari jembatan yang masih berdiri.

Di ujung timur terdapat bangunan berapsis setinggi sekitar 11 m. Fungsinya masih belum pasti. Tafsir yang diajukan mencakup bangunan suci terbuka atau unsur dekoratif yang mengimbangi gapura kemenangan di barat. Keduanya belum dapat disajikan sebagai identifikasi yang pasti.

Sebuah prasasti berbahasa Yunani yang dikaitkan dengan Agathias mempersonifikasikan Sungai Sakarya sebagai kekuatan yang ditundukkan oleh lengkung-lengkung batu sang kaisar. Bahasa itu menghubungkan fungsi praktis penyeberangan dengan pujian kepada kekaisaran. Penguasaan atas sungai yang sulit dilalui ditampilkan sebagai pencapaian yang dikaitkan dengan Yustinianus.

Apakah jembatan ini terkait dengan rencana kanal?

Frank Gardner Moore mengajukan gagasan bahwa Yustinianus bermaksud mengalihkan Sakarya menuju Danau Sapanca. Dalam tafsir ini, jembatan merupakan bagian dari proyek jalur air yang akan menghindari penggunaan Bosporus. Ini merupakan teori tentang konteks dan tujuan bangunan yang lebih luas.

Michael Whitby menentang tafsir tersebut. Ia berpendapat bahwa alur Sakarya yang dimaksud tidak cocok untuk pelayaran. Ia juga menegaskan bahwa bentuk pemecah arus saja tidak dapat membuktikan adanya proyek kanal. Karena itu, rencana yang diusulkan tersebut harus tetap dibedakan dari fungsi jembatan sebagai penyeberangan sungai yang telah terdokumentasi.

Apa yang terungkap dari pemugaran dan penggalian?

Saat Direktorat Jenderal Jalan Raya melakukan perbaikan pada 1995, jembatan ditutup untuk kendaraan. Tiga anak tangga ditambahkan pada masing-masing ujungnya. Perubahan ini menjadi bagian dari sejarah modern jembatan dan membantu menjelaskan penataan akses masuknya.

Laporan DHA pada 5 Agustus 2026 menjelaskan pembukaan kembali setelah pemugaran dan pekerjaan arkeologi yang dimulai pada 2018. Temuan dari penggalian 2018–2025 mencakup lima belas koin perunggu, dua pecahan prasasti marmer, sebuah spatula perunggu, sebuah cincin, dan sejumlah peniti.

Penggalian di sekitar jembatan juga mengungkap kompleks pemandian dari masa Romawi Akhir–Bizantium Awal. Sebuah bak penampung memasok air ke pemandian itu. Bangunan-bangunan beratap lengkung juga ditemukan di dekatnya. Tinggalan ini memperluas gambaran arkeologi kawasan, melampaui pilar dan badan jalan jembatan.

Jembatan masuk ke Daftar Tentatif Warisan Dunia UNESCO melalui pengajuan kategori budaya bertanggal 2 Mei 2018. Status yang tercatat adalah pencantuman dalam daftar tentatif. Untuk merencanakan kunjungan, acuan bertanggal lain yang berguna adalah laporan DHA pada Agustus 2026 bahwa jembatan yang telah dipugar sudah dibuka kembali.

FAQ

Di mana tepatnya Jembatan Yustinianus berada?

Jembatan ini berada di Beşköprü Mahallesi, Serdivan, Sakarya. Letaknya sekitar 5 km di sebelah barat daya Adapazarı. Kültür Portalı mencantumkan angkutan umum perkotaan sebagai pilihan untuk mencapainya.

Aliran air apa yang melewati bawahnya sekarang?

Çark Deresi, saluran keluar Danau Sapanca, melewati salah satu lengkung di sisi barat. Alur utama Sungai Sakarya kini berada sekitar 3 km di sebelah timur jembatan.

Berapa jumlah lengkungnya?

Kültür Portalı mencatat dua belas lengkung. Susunannya terdiri atas tujuh lengkung utama, dua lengkung lebih kecil di barat, dan tiga lengkung lebih kecil di timur untuk air banjir.

Apakah jembatan sudah dibuka kembali?

DHA melaporkan pembukaannya kembali pada 5 Agustus 2026. Laporan itu terbit setelah pemugaran dan pekerjaan arkeologi yang dimulai pada 2018.

Sumber

  1. Pusat Warisan Dunia UNESCO — Jembatan Yustinianus whc.unesco.org
  2. Wikipedia — Jembatan Sangarius en.wikipedia.org
  3. Michael Whitby, The Journal of Hellenic Studies — Jembatan Yustinianus di atas Sangarius dan Penanggalan De Aedificiis karya Procopius cambridge.org
  4. Kültür Portalı — Justinianus Köprüsü kulturportali.gov.tr
  5. Wikipedia bahasa Turki — Justinianus Köprüsü tr.wikipedia.org
  6. DHA — Justinianus Köprüsü kembali dibuka untuk pengunjung dha.com.tr
  7. Pemerintah Distrik Serdivan — Justinyen Köprüsü serdivan.gov.tr

FAQ

Di mana Jembatan Yustinianus berada?

Jembatan ini berada di Beşköprü Mahallesi, distrik Serdivan, Sakarya, sekitar 5 km di sebelah barat daya Adapazarı.

Mengapa Jembatan Yustinianus tidak lagi melintasi Sungai Sakarya?

Sungai Sakarya bergeser ke timur. Alur utamanya kini berada sekitar 3 km di sebelah timur jembatan, sementara Çark Deresi mengalir di bawah salah satu lengkung di sisi barat.

Kapan Jembatan Yustinianus dibangun?

Tanggal pembangunannya berbeda menurut sumber. Kültür Portalı mencantumkan 558–560. Sumber lain menyebut penyelesaiannya pada 562, ketika Paulus Silentiarius dan Agathias merayakannya melalui puisi.

Apakah Jembatan Yustinianus bisa dikunjungi?

DHA melaporkan pada 5 Agustus 2026 bahwa jembatan telah dibuka kembali setelah pemugaran dan pekerjaan arkeologi yang dimulai pada 2018.

Image: Sangarius Bridge. Drawing 02-2.jpg — Sangarius_Bridge._Drawing_02.jpg: Léon de Laborde
derivative, Public domain

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait